Kawal Koperasi sebagai Lembaga yang besar yang memberikan manfaat untuk ummat, khususnya kesejahteraan anggota.

BIOGRAFI SINGKAT
Drs. Khaerul Anwar atau masyarakat di kampungnya akrab menyapa dengan sebutan pak wawan, merupakan Ketua Pengawas Koperasi Syariah Khairu Ummah, Lahir di Bogor 22 September 1965, namun pada akta kelahiran dimodifikasi menjadi 2 Mei 1966 oleh sang guru saat bersekolah di SDN 2 Karacak pada tahun 1979 menjelang ujian Akhir. Kemudian berpindah ke MTs N II Ciganjur Jakarta Selatan lulus 1983, dan melanjutkan di MAS Ibadurrahman Sukabumi, lulus pada tahun 1986, kemudian kuliah di IAIN Jakarta dan lulus Tahun 1993, dan pendidikan S2 di Pasca Sarjana Universitas Islam Atthahiriyah Jakarta lulus tahun 2008.
Sejak kuliah beliau mandiri dengan mengajar mengaji privat, dan sempat bekerja di Majalah Panji Masyarakat. Sempat tinggal di Bandung selama 2 tahun, dan tahun 1994 mulai berkiprah di Kampungnya. Mengajar dibeberapa sekolah, termasuk di Madrasah Muallimien Muhammadiyah sejak Tahun 1994. Beliau juga merupakan pendiri sekaligus ketua Yayasan Al-Ihsan pada tahun 2000 yang berlokasi di Kp. Kebon Teh, Cengal Desa Karacak Kecamatan Leuwiliang,

MENDIRIKAN YAYASAN AL-IHSAN
Motivasi beliau mendirikan yayasan ini adalah untuk pengembangan dakwah di kampungnya. Pada awalnya hanya mengurus anaka-anak mengaji, tapi jumlah pesertanya semakin bertambah. Setelah di masjid yang beliau tempati itu semakin ramai oleh jamaah dan anak-anak pengajian mulailah difikirkan untuk menyelenggarakan pendidikan formal, karena saat itu di Cengal belum ada SMP apalagi SMA, padahal jarak tempuh ke Leuwiliang cukup jauh dan sepi. Sehingga banyak anak yang tidak mampu melanjutkan sekolahnya. Setelah berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan Kecamatan Leuwiliang juga Kab. Bogor (dengan Pak Lukman saat itu) diselenggarakanlah pendidikan tingkat SMP di emper masjid, karena belum berdiri bangunan, juga untuk memakmurkan masjid wakaf dari Lajnah Jakarta dan posisinya jauh dari kampung. Satu pesan orang tuanya yang jadi motivasinya, “ajari anak2 mamang, bibi, uwa dan saudaramu supaya mereka berpendidikan”. Alhamdulillah sekarang sudah banyak yang lulus SMA juga perguruan tinggi. Program pesantren diselenggarakan sejak tahun 2008, dan setelah beliau bermantukan seorang hafidz tahun 2018, pesantrennya berubah menjadi pesantren Tahfidz Al-Qur’an. Ketika awal berdiri pesantren ini hanya memiliki 6 orang santri, berkah kegigihan beliau berdakwah “alhamdulillah telah membuahkan hasil yang signifikan”, terbukti 4 alumni rintisan sudah berhasil, seorang alumni jadi pengasuh pesantren di Padang difasilitasi mertuanya, yang seorang sudah merintis pendirian pesantren di daerah Jawa Timur, ada juga yang menjadi pengacara di Jakarta Timur dan yang seorang aktif disekretariat MUI Kabupaten Bogor, dan yang dua orang lagi beraktifitas di kampung. Kini beberapa santri ada yang berasal dari luar Jawa, Pontianak, Lampung, Batam, dan Medan, sehingga seiring berjalannya waktu jumlah santri terus bertambah. Kini sudah beroperasi juga Madrasah Aliyah sejak tahun 2018. Untuk mengembangkan sayap dakwahnya beliau juga tercatat aktif sebagai salah seorang dosen di IAI-Nasional Laa Roiba sampai sekarang.

MENJADI KETUA MUI KECAMATAN LEUWILIANG
Drs. Khaerul Anwar menjadi ketua MUI Kec. Leuwiliang melalui pemilihan secara demokratis selama 2 periode tahun 2011 – 2016 dan 2016 – 2021. Melanjutkan Ayahanda beliau yang merupakan tokoh sekaligus ketua MUI periode sebelumnya tokoh-tokoh yang aktif menjadi pengurus MUI Leuwiliang saat itu antara lain KH. Mad Isa ayahanda Pak Duduh Nurzaman sebagai perintis, dilanjutkan KH. A. Sayuti yang di kawal para tokoh seperti KH. Asep Matin BA, Pak Kyai Ismail BTN, KH. Sudja’i Djasiman, H. Amran, H. Maghfur, H. Ma’ruf, H. Dudung Abdurrohim termasuk KH. Adang Komarudin yang masih aktif hingga saat ini. Selama kepemimpinan Drs. Khaerul Anwar MUI, Leuwiliang cukup hidup baik pengajian dibeberapa tempat, juga dakwah yang bersifat operasonal, berkoordinasi dengan beberapa camat, Polsek, dan koramil. Program “nobat di pasar dan terminal leuwliang, razia anak punk, operasi rumah “bordir”di Kp. Parung Panjang yang kini sudah menjadi pesantren, Alhamdulillah. Program Isbath Nikah karena di Kecamatan leuwiliang masih 2000-an pasutri saat itu belum memiliki surat nikah, juga kegiatan 1 Muharrom, dan program Penyembelihan Hewan secara Syariah di Pasar Leuwliang dan penanganan sampah (dua program terakir belum terealisasi dengan baik).

BERGABUNG BERSAMA KOPERASI SYARIAH KHAIRU UMMAH
Walaupun bukan termasuk pendiri, tapi beliau terlibat sejak awal pendirian Koperasi Syari’ah khairu Ummah yang dulu bernama Kopontren Muallimien, karena pada saat itu beliau merupakan guru di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah, sehingga karena statusnya tersebut menjadikan beliau terekrut sebagai anggota aktif Kopontren Muallimien selama beliau mengajar di Madrasah Mu’allimien Muhammadiyah yaitu tahun 1994 hingga tahun 2000, kemudian pada pertengahan tahun 2000 beliau diberi kepercayaan sebagai kepala sekolah di SMA Antam Bina Insani (ABI) selama hampir 2 periode, hal tersebut memaksa beliau untuk berhenti mengajar di Madrasah Mu’allimien Muhammadiyah, dan aktifitas keanggotaan di koperasi juga vacum kecuali untuk memenuhi kewajiban sebagai anggota saja. Aktifitas di koperasi ini mulai intensif kembali setelah beliau dipercaya ummat menjadi ketua MUI Kecamatan Leuwiliang selama 2 periode yaitu Tahun 2011-2021, hingga sekarang. Sebagai salah seorang Pengawas Koperasi Syari’ah Khairu Ummah. Menurutnya “Lembaga Ekonomi Umat Islam masih terhitung langka, salah satu yang dirintis bersama-sama oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Leuwiliang kala itu adalah Kopontren Muallimein ini. Setelah ditangani secara serius dan fokus oleh bapak Pepi Januar Pelita dan tim, koperasi ini menjadi berangsur maju, perubahan nama menjadi BMT, lalu KSPPS dan sekarang Koperasi Syariah Khairu ummah karena mengikuti regulasi perkoperasian. Dengan kegigihan, ketekunan, kekuatan soliditas, Alhamdulillah Khairu Ummah dapat menjadi lembaga yang dipercaya ummat, hingga saat ini menjadi lembaga besar untuk ukuran Jawa Barat, bahkan nasional. Oleh karena itu kepada seluruh anggota dan karyawan, kata Pak ketua pengawas koperasi ini,

PESAN UNTUK ANGGOTA
“Mari kita majukan salah satu pilar ekonomi ummat ini lewat pengembangan Koperasi Syari’ah Khairu Ummah”. Pertama, kita dukung dengan penuh ikhlas dengan bergabung dan bersemangat untuk berkoperasi syariah sehingga kita mendapatkan manfaat dari koperasi ini. Kedua, kita belajar bersama bagaimana berkoperasi syariah, cara bermuamalah yang sebenarnya menurut panduan syariah Islam. Ketiga kita praktekkan berkoperasi syariah ini sesuai kebutuhan kita, sehingga semua hajat hidup kita idealnya dapat terlayani oleh koperasi ini. Ke empat, kita dakwahkan kepada semua orang ketika mau bermuamalah silahkan temui atau kunjungi lembaga terbaik kita ini, dengan catatan kita fahami dulu bagaimana berkoperasi syari’ah, bagaimana tata caranya, apa produknya, apa manfaatnya dan seterusnya. Ke enam, jika kita merasa ada yang kurang faham, ada keganjilan dalam benak kita, segera konfirmasi kepada pengurus khususnya Dewan Syariah sehingga kita mendapat jawaban yang jelas dan menyakinkan, dan tidak terburu-buru menceritakan keluhan kepada pihak lain yang mungkin terbatas wawasan kesyariahannya. Ke tujuh, jika sudah faham apa beda koperasi syaria’ah, bank syariah dengan yang konvensional, lanjutlah bergabung sebagai anggota koperasi syariah. Insya Allah kita akan mendapat barokah dari praktek ekonomi syari’ah ini. “perhatikan, pelajari, fahami dan amalkan” Pilar kekuatan Islam adalah Ummat Islam memiliki kekuatan ekonomi dan mengendalikan ekonomi ummat Islam oleh kita kaum muslimin. Dan berjamaah dalam sholat itu harus aplicated dalam kehidupan bermuamalah iqtisodiah, ini tantang kita yang sangat besar. Karena seringkali orang akrab dalam pertemanan, tapi jika sudah masur dalam ranah jual beli, utang piutang, sewa menyewa, tak sedikit pertemanan itu bubar, bahkan persaudaraan pecah, naudzu billah min dzalik. Dan solusinya kita bermitra dengan koperasi syariah khairu ummah. Mari kita manfaatkan Koperasi Syariah ini khususnya sebagai anggota, sehingga barokah dan manfaatnya segera terasa. Barokallohu lana bi hadzihil lajnah al iqtishodiyah Khairu Ummah.” (mr)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

ArabicEnglishIndonesian
Scroll to Top